Jl. Lingkar Timur Duren Sawit, Jakarta Timur (021) 8620641 humas@smpn167jakarta.sch.id
|

Tekan Enter untuk mencari atau ESC untuk menutup

Video Edukasi: Pilah dan Olah Sampah, Mulai dari Rumah dan Sekolah

Video Edukasi: Pilah dan Olah Sampah, Mulai dari Rumah dan Sekolah

Sampah bukan sekadar urusan tukang sampah — ia urusan kita semua. Melalui video edukasi berikut, SMP Negeri 167 Jakarta mengajak seluruh murid, guru, dan orang tua untuk memahami satu kebiasaan sederhana yang berdampak besar: memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Tonton Videonya

▶ Buka Video di Google Drive

Video berformat vertikal. Jika pemutar tidak tampil, gunakan tombol di atas.

Mengapa Memilah Sampah Itu Penting?

Setiap hari Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir. Ketika sampah datang dalam keadaan tercampur, hampir semuanya hanya bisa ditumpuk — menggunung, memakan lahan, menghasilkan gas metana, dan mencemari tanah serta air di sekitarnya.

Padahal, bila dipilah sejak awal, sebagian besar sampah kita sebenarnya masih bernilai: sisa makanan dan daun bisa menjadi kompos, sedangkan plastik, kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang menjadi barang baru. Memilah adalah langkah pertama yang membuat semua itu mungkin.

Intinya: sampah yang tercampur menjadi masalah, sampah yang terpilah menjadi sumber daya. Bedanya hanya pada kebiasaan kecil saat kita membuangnya.

Kenali Empat Jenis Sampah

Langkah paling mudah memulai adalah menyediakan wadah terpisah untuk setiap jenis sampah, baik di rumah maupun di kelas.

ORGANIK
Sisa makanan, nasi, sayur, buah, daun kering, ampas kopi/teh.
Dapat diolah menjadi kompos atau pupuk cair untuk tanaman sekolah.
ANORGANIK
Botol plastik, kemasan, kertas, kardus, kaleng, kaca, logam.
Bersihkan dan keringkan lebih dulu, lalu setorkan untuk didaur ulang atau ke bank sampah.
B3
Baterai bekas, lampu/bohlam, elektronik rusak, obat kedaluwarsa, kemasan cairan pembersih, kaleng aerosol.
Bahan Berbahaya dan Beracun. Jangan pernah dicampur dengan sampah lain — kumpulkan terpisah dan serahkan ke tempat penampungan khusus (drop box B3).
RESIDU
Popok, pembalut, tisu bekas, styrofoam kotor, kemasan sachet berlapis, pecahan keramik.
Sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan. Inilah satu-satunya jenis yang benar-benar dibuang ke TPA, maka jumlahnya perlu ditekan sekecil mungkin.

Jangan tertukar: B3 dan residu sama-sama tidak bisa didaur ulang, tetapi berbeda penanganannya. B3 berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sehingga wajib dikumpulkan terpisah dan diserahkan ke penampungan khusus, sedangkan residu tidak berbahaya namun tidak bernilai daur ulang sehingga berakhir di TPA.

Prinsip 3R

REDUCE
Kurangi
Bawa botol minum dan wadah makan sendiri. Tolak kantong plastik sekali pakai.
REUSE
Gunakan Ulang
Manfaatkan kembali kertas bekas, kardus, dan wadah yang masih layak.
RECYCLE
Daur Ulang
Setorkan sampah anorganik yang bersih ke bank sampah atau pengepul.

Yang Bisa Kita Mulai Hari Ini

🏫 Di Sekolah
  • Buang sampah sesuai warna tempat sampah di sekolah.
  • Habiskan bekal, kurangi sisa makanan.
  • Kumpulkan botol dan kertas bekas untuk didaur ulang.
  • Jaga kebersihan kelas dan taman sekolah.
🏠 Di Rumah
  • Sediakan wadah terpisah untuk organik dan anorganik.
  • Kumpulkan sisa dapur untuk kompos atau biopori.
  • Sisihkan baterai, lampu, dan elektronik bekas sebagai sampah B3.
  • Tekan jumlah residu dengan mengurangi kemasan sekali pakai.
  • Ajak seluruh anggota keluarga ikut memilah.

Sejalan dengan Program Sekolah

Kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari penguatan karakter murid melalui tema Gaya Hidup Berkelanjutan, yang di SMP Negeri 167 Jakarta juga diwujudkan lewat program penghijauan sekolah seperti vertical garden dan perawatan taman. Dari kebiasaan kecil di kelas, tumbuh kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan.


Mari jadikan memilah sampah sebagai kebiasaan, bukan sekadar imbauan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Satukan Tekad, Tanamkan Semangat, Menuju Sukses Bersama.

Bagikan: