Sampah bukan sekadar urusan tukang sampah — ia urusan kita semua. Melalui video edukasi berikut, SMP Negeri 167 Jakarta mengajak seluruh murid, guru, dan orang tua untuk memahami satu kebiasaan sederhana yang berdampak besar: memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Tonton Videonya
Video berformat vertikal. Jika pemutar tidak tampil, gunakan tombol di atas.
Mengapa Memilah Sampah Itu Penting?
Setiap hari Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir. Ketika sampah datang dalam keadaan tercampur, hampir semuanya hanya bisa ditumpuk — menggunung, memakan lahan, menghasilkan gas metana, dan mencemari tanah serta air di sekitarnya.
Padahal, bila dipilah sejak awal, sebagian besar sampah kita sebenarnya masih bernilai: sisa makanan dan daun bisa menjadi kompos, sedangkan plastik, kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang menjadi barang baru. Memilah adalah langkah pertama yang membuat semua itu mungkin.
Intinya: sampah yang tercampur menjadi masalah, sampah yang terpilah menjadi sumber daya. Bedanya hanya pada kebiasaan kecil saat kita membuangnya.
Kenali Empat Jenis Sampah
Langkah paling mudah memulai adalah menyediakan wadah terpisah untuk setiap jenis sampah, baik di rumah maupun di kelas.
Jangan tertukar: B3 dan residu sama-sama tidak bisa didaur ulang, tetapi berbeda penanganannya. B3 berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sehingga wajib dikumpulkan terpisah dan diserahkan ke penampungan khusus, sedangkan residu tidak berbahaya namun tidak bernilai daur ulang sehingga berakhir di TPA.
Prinsip 3R
Yang Bisa Kita Mulai Hari Ini
- Buang sampah sesuai warna tempat sampah di sekolah.
- Habiskan bekal, kurangi sisa makanan.
- Kumpulkan botol dan kertas bekas untuk didaur ulang.
- Jaga kebersihan kelas dan taman sekolah.
- Sediakan wadah terpisah untuk organik dan anorganik.
- Kumpulkan sisa dapur untuk kompos atau biopori.
- Sisihkan baterai, lampu, dan elektronik bekas sebagai sampah B3.
- Tekan jumlah residu dengan mengurangi kemasan sekali pakai.
- Ajak seluruh anggota keluarga ikut memilah.
Sejalan dengan Program Sekolah
Kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari penguatan karakter murid melalui tema Gaya Hidup Berkelanjutan, yang di SMP Negeri 167 Jakarta juga diwujudkan lewat program penghijauan sekolah seperti vertical garden dan perawatan taman. Dari kebiasaan kecil di kelas, tumbuh kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan.
Mari jadikan memilah sampah sebagai kebiasaan, bukan sekadar imbauan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Satukan Tekad, Tanamkan Semangat, Menuju Sukses Bersama.